Apa yang memisahkan kota bersepeda yang benar-benar hebat dari kota yang hanya mentolerir sepeda? Setelah mempelajari kota-kota bersepeda terbaik di dunia—dari Copenhagen hingga Amsterdam, Utrecht hingga Tokyo—kami telah mengidentifikasi 5 kriteria penting yang konsisten muncul di tempat-tempat di mana bersepeda berkembang.
Baik Anda perencana kota, advokat bersepeda, atau sekadar penasaran tentang apa yang membuat beberapa kota jauh lebih baik untuk bersepeda daripada yang lain, memahami kriteria ini mengungkapkan cetak biru untuk membangun lingkungan urban yang ramah sepeda.
Mari kita jelajahi apa yang benar-benar membuat kota hebat untuk bersepeda.

Kriteria 1: Infrastruktur yang Aman dan Terhubung
Fondasi dari setiap kota bersepeda hebat adalah infrastruktur bersepeda berkualitas tinggi, aman, dan terhubung. Ini bukan hanya tentang mengecat beberapa jalur sepeda di jalan—ini tentang menciptakan jaringan komprehensif yang membuat bersepeda aman, nyaman, dan praktis untuk semua orang.
Seperti Apa Infrastruktur Hebat
Jalur Sepeda Terlindungi
- Pemisahan fisik dari kendaraan bermotor (bukan hanya cat)
- Jalur sepeda yang ditinggikan setinggi trotoar
- Persimpangan terlindungi dengan fase sinyal khusus
- Penghalang: pot tanaman, bollard, atau trotoar—bukan hanya garis cat
Mengapa penting: Studi menunjukkan jalur sepeda terlindungi mengurangi cedera pesepeda sebesar 44% dan meningkatkan jumlah pesepeda sebesar 75% dibandingkan jalur yang dicat.
Jaringan Terhubung
Kota bersepeda membutuhkan jaringan lengkap tanpa celah:
- Rute menghubungkan area perumahan ke pusat pekerjaan
- Tautan ke sekolah, toko, taman, dan stasiun transit
- Rute alternatif untuk tingkat keterampilan berbeda
- Kontinuitas lintas yurisdiksi dan lingkungan
- Jembatan atau terowongan jika diperlukan
Tes: Dapatkah anak 8 tahun atau 80 tahun dengan aman bersepeda dari titik A mana pun ke titik B mana pun di kota?

Persimpangan Berkualitas
Persimpangan adalah tempat sebagian besar kecelakaan bersepeda terjadi. Kota-kota hebat mengatasi ini dengan:
- Persimpangan terlindungi dengan pulau perlindungan sudut
- Fase sinyal sepeda khusus (interval sepeda terdepan)
- Garis pandang dan visibilitas yang jelas
- Kotak sepeda di lampu lalu lintas
- Jalur sepeda kontinu melalui bundaran
Kualitas Permukaan
- Perkerasan yang halus dan terawat baik
- Pembersihan rutin dan pembersihan salju
- Drainase yang tepat (tidak ada genangan air atau es)
- Marka jalur dan rambu yang jelas
- Pencahayaan yang memadai untuk berkendara malam hari
Contoh Dunia Nyata
Copenhagen, Denmark:
- 390+ km jalur sepeda terlindungi
- 99% jalur sepeda secara fisik terpisah dari mobil
- Jembatan sepeda dan jalan raya khusus
- Hasil: 62% penduduk bersepeda setiap hari
Utrecht, Belanda:
- Garasi parkir sepeda terbesar di dunia (12.500+ ruang)
- Jalur sepeda diprioritaskan dalam hierarki jalan
- Sinyal lalu lintas disesuaikan dengan kecepatan bersepeda (15 km/jam)
- Hasil: 60% perjalanan di bawah 7,5 km dilakukan dengan sepeda

Kriteria 2: Lalu Lintas Berkecepatan Rendah dan Tenang
Kota-kota bersepeda hebat mengakui bahwa kecepatan membunuh—secara harfiah. Mereka secara sistematis mengurangi kecepatan kendaraan bermotor dan memprioritaskan pengguna jalan yang rentan.
Langkah-langkah Penenangan Lalu Lintas
Batas Kecepatan
- Default 30 km/jam di area perumahan
- Maksimum 50 km/jam di jalan arteri urban
- Kecepatan lebih rendah di dekat sekolah, taman, dan area pejalan kaki tinggi
- Penegakan ketat dengan kamera kecepatan
Fisika: Pada 30 km/jam, 90% pejalan kaki/pesepeda selamat dari tabrakan. Pada 50 km/jam, 80% meninggal.
Penenangan Lalu Lintas Fisik
- Polisi tidur dan penyeberangan yang ditinggikan
- Chicane dan penyempitan jalan
- Ruang bersama di mana sepeda memiliki prioritas
- Filter modal (blokir lalu lintas melalui, izinkan sepeda)
- Persimpangan yang ditinggikan
Dominasi Mobil yang Dikurangi
Kota-kota bersepeda hebat secara aktif mengurangi prioritas mobil:
- Menghapus tempat parkir untuk jalur sepeda
- Mengurangi jalur lalu lintas (diet jalan)
- Meningkatkan jarak untuk rute mobil (sambil menjaga rute sepeda langsung)
- Biaya kemacetan atau zona emisi rendah
- Akses mobil terbatas di pusat kota
Model Belanda: “Keselamatan Berkelanjutan”
Belanda mempelopori prinsip Keselamatan Berkelanjutan:
- Fungsionalitas: Pisahkan jalan berdasarkan fungsi (lalu lintas melalui vs. akses)
- Homogenitas: Pengguna jalan harus memiliki kecepatan dan arah yang serupa
- Prediktabilitas: Desain harus intuitif dan konsisten
- Pengampunan: Infrastruktur harus meminimalkan konsekuensi kecelakaan
- Kesadaran keadaan: Pengemudi harus waspada dan mampu
Hasil: Pesepeda Belanda 5 kali lebih aman daripada pesepeda Amerika per km yang ditempuh.

Kriteria 3: Parkir Sepeda yang Melimpah dan Aman
Anda tidak bisa memiliki kota bersepeda tanpa tempat untuk parkir sepeda dengan aman. Kota-kota hebat menyediakan parkir yang melimpah, nyaman, dan aman di setiap tujuan.
Jenis Parkir Sepeda
Di Stasiun Transit
- Integrasi Sepeda + Transit sangat penting
- Parkir tertutup dan aman di stasiun kereta/metro
- Fasilitas yang dijaga atau loker sepeda
- Sistem parkir sepeda otomatis
- Stasiun dok berbagi sepeda
Contoh: Tokyo memiliki parkir sepeda untuk 400.000+ sepeda di stasiun kereta.
Di Ruang Publik
- Rak sepeda kepadatan tinggi di trotoar
- Parklet menggantikan tempat parkir mobil
- Kandang sepeda (area parkir sepeda terlindungi)
- Parkir sepeda tertutup di distrik perbelanjaan
- Area yang ditentukan di taman dan ruang rekreasi
Di Gedung Swasta
Kode bangunan modern harus mewajibkan:
- Parkir sepeda di gedung perumahan baru (minimum 1 ruang per unit)
- Gedung komersial: ruang sepeda karyawan dengan shower/loker
- Ritel: parkir sepeda jangka pendek dekat pintu masuk
- Sekolah: penyimpanan sepeda yang aman untuk siswa
Rasio penting: Copenhagen mewajibkan 2 ruang parkir sepeda untuk setiap ruang mobil dalam pengembangan baru.
Fitur Keamanan
- Lokasi yang terang dan terlihat
- Pengawasan CCTV
- Rak kokoh yang memungkinkan penguncian bingkai + roda
- Loker sepeda untuk sepeda berharga
- Fasilitas yang dijaga untuk parkir jangka panjang

Kriteria 4: Kebijakan dan Pendanaan yang Mendukung
Infrastruktur tidak membangun dirinya sendiri. Kota-kota bersepeda hebat memiliki komitmen politik yang kuat yang didukung oleh pendanaan dan kebijakan yang mendukung.
Alokasi Anggaran
Investasi Bersepeda
Kota-kota bersepeda terbaik berinvestasi secara signifikan:
- Copenhagen: €35 juta/tahun untuk infrastruktur bersepeda
- Paris: €250 juta anggaran bersepeda (2021-2026)
- Persentase anggaran transportasi: 20-30% untuk bersepeda di kota-kota terkemuka
Return on investment: Setiap €1 yang diinvestasikan dalam infrastruktur bersepeda menghasilkan €4-5 dalam manfaat kesehatan, pengurangan kemacetan, dan keuntungan lingkungan.
Kerangka Kebijakan
Legislasi Pro-Bersepeda
- Vision Zero: Komitmen untuk nol kematian lalu lintas
- Parkir sepeda wajib dalam pengembangan baru
- Sepeda diizinkan di transit publik
- Prioritas sinyal lalu lintas sepeda terlebih dahulu
- Undang-undang tanggung jawab ketat (pengemudi bertanggung jawab dalam tabrakan sepeda)
Perencanaan Tata Guna Lahan
- Pengembangan penggunaan campuran: Kurangi kebutuhan perjalanan jauh
- Pengembangan berorientasi transit
- Kode zonasi ramah sepeda
- Lindungi rute bersepeda dalam rencana pengembangan
- Prinsip kota 15 menit
Kemauan Politik
Komitmen Kepemimpinan
Kota-kota bersepeda yang sukses memiliki pemimpin yang:
- Menetapkan target ambisious untuk pangsa modal bersepeda
- Membela investasi bersepeda terhadap oposisi
- Memimpin dengan memberi contoh (politisi bersepeda di publik)
- Melibatkan warga dalam proses perencanaan
- Mempertahankan visi jangka panjang lintas siklus politik
Studi Kasus - Paris: Komitmen Walikota Anne Hidalgo:
- Menciptakan 1.000+ km jalur sepeda (2020-2024)
- Menghapus 60.000 tempat parkir mobil
- Membuat seluruh pusat kota bebas mobil pada hari Minggu
- Hasil: Perjalanan bersepeda meningkat 71% sejak 2019

Kriteria 5: Budaya dan Komunitas Bersepeda yang Kuat
Infrastruktur saja tidak cukup—kota-kota bersepeda hebat memiliki budaya bersepeda yang dinamis yang membuat bersepeda normal, diinginkan, dan sosial.
Seperti Apa Budaya Bersepeda
Normalisasi
Di kota-kota bersepeda hebat, bersepeda adalah untuk semua orang:
- Bukan hanya pria muda yang bugar—keluarga, lansia, anak-anak
- Bukan hanya olahraga/rekreasi—transportasi utama
- Pakaian jalanan normal, bukan perlengkapan khusus
- Semua jenis sepeda: sepeda kargo, kursi anak, sepeda yang disesuaikan
- Bersepeda dalam hujan, salju, dan segala cuaca
Contoh Copenhagen: 49% pesepeda adalah wanita (vs. 25% di kota-kota biasa).
Penerimaan Sosial
Perilaku Pengemudi
- Menghormati pesepeda sebagai pengguna jalan yang sah
- Menyalip dengan sabar dengan jarak aman
- Memberi jalan kepada pesepeda di persimpangan
- Tidak ada penggunaan klakson agresif atau pelecehan
- Norma budaya: pesepeda memiliki hak jalan
Acara Komunitas
Kota-kota hebat membina komunitas bersepeda melalui:
- Perjalanan kelompok reguler dan acara bersepeda sosial
- Hari bebas mobil dan jalan terbuka
- Festival dan perayaan bersepeda
- Kampanye bersepeda ke tempat kerja/sekolah
- Perjalanan massa kritis
Contoh: Ciclovía Bogotá menutup 120 km jalan untuk mobil setiap hari Minggu—1,5 juta orang berpartisipasi.
Pendidikan dan Dorongan
Pendidikan Bersepeda
- Keselamatan sepeda diajarkan di sekolah
- Kursus bersepeda dewasa untuk pemula
- Workshop pemeliharaan sepeda
- Pelatihan keterampilan lalu lintas
- Bantuan perencanaan rute
Program Promosi
- Insentif bersepeda ke tempat kerja (manfaat pajak, subsidi)
- Skema bersepeda pemberi kerja
- Subsidi pembelian e-bike
- Sistem berbagi sepeda
- Kampanye pemasaran yang menormalisasi bersepeda
Organisasi Komunitas
Advokasi Bersepeda
Organisasi advokasi yang kuat:
- Mendorong infrastruktur yang lebih baik
- Melibatkan warga dalam perencanaan
- Memantau dan melaporkan masalah
- Merayakan kesuksesan
- Menyediakan suara komunitas
Contoh: Serikat Pesepeda Belanda (Fietsersbond) memiliki 35.000+ anggota yang secara aktif membentuk kebijakan.

Menyatukan Semuanya: Formula Kota Bersepeda
Kota-kota bersepeda hebat tidak hanya unggul dalam satu kriteria—mereka unggul di kelima kriteria secara bersamaan:
Siklus Kebajikan
- Bangun infrastruktur yang aman → Lebih banyak orang merasa aman bersepeda
- Lebih banyak pesepeda → Tekanan politik untuk lebih banyak infrastruktur
- Lebih banyak infrastruktur → Bersepeda menjadi lebih cepat daripada mengemudi untuk perjalanan pendek
- Kecepatan + kenyamanan → Pergeseran budaya menuju bersepeda
- Penerimaan budaya → Lebih mudah menerapkan kebijakan yang berani
- Kebijakan yang berani → Infrastruktur yang lebih baik → Siklus berlanjut
Kesalahan Umum yang Dibuat Kota
❌ Mengecat jalur sepeda dan menyebutnya selesai (Perlu perlindungan, bukan hanya cat) ❌ Membangun segmen yang terputus (Perlu jaringan lengkap) ❌ Mengabaikan persimpangan (Area paling berbahaya memerlukan perlindungan paling banyak) ❌ Tidak ada penegakan (Jalur sepeda diblokir oleh mobil/truk pengiriman) ❌ Parkir tidak cukup (Sepeda perlu pergi ke suatu tempat ketika Anda tiba) ❌ Memperlakukan bersepeda sebagai rekreasi (Tidak mengakuinya sebagai transportasi) ❌ Investasi satu kali (Perlu pendanaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan)
Garis Waktu
Mengubah kota membutuhkan waktu tetapi menunjukkan hasil dengan cepat:
- 6 bulan: Cat jalur terlindungi sementara, lihat peningkatan 20-40% jumlah pesepeda
- 2 tahun: Bangun jaringan terlindungi permanen, tetapkan parkir sepeda
- 5 tahun: Pergeseran budaya terlihat, mengemudi menurun, keselamatan meningkat
- 10 tahun: Bersepeda menjadi mode dominan untuk perjalanan pendek
- 20+ tahun: Transformasi lengkap (tingkat Copenhagen/Amsterdam)

Kota-kota yang Memimpin Jalan
5 Kota Bersepeda Teratas (2024)
1. Utrecht, Belanda
- 60% pangsa modal untuk perjalanan di bawah 7,5 km
- Infrastruktur parkir sepeda terbaik di dunia
- Jaringan terlindungi lengkap
2. Copenhagen, Denmark
- Tingkat bersepeda harian 62%
- 390+ km jalur terlindungi
- Jalan raya sepeda yang menghubungkan pinggiran kota
3. Amsterdam, Belanda
- 36% pangsa modal (semua perjalanan)
- 800.000+ sepeda di kota berpenduduk 850.000
- Budaya bersepeda legendaris
4. Münster, Jerman
- 43% pangsa modal
- Siswa mendorong budaya bersepeda
- Integrasi luar biasa dengan transit
5. Malmö, Swedia
- 30% pangsa modal
- Pertumbuhan infrastruktur yang cepat
- Komitmen politik yang kuat
Pemimpin yang Muncul
Kota-kota yang berkembang pesat:
- Paris, Prancis: Transformasi revolusioner sejak 2020
- Bogotá, Kolombia: Memimpin infrastruktur bersepeda dunia berkembang
- Taipei, Taiwan: Kisah sukses bersepeda Asia
- Seville, Spanyol: Dari 0% menjadi 7% pangsa modal dalam 10 tahun
- London, Inggris: Investasi jalur terlindungi besar-besaran
Bagaimana Kota Anda Dapat Meningkat
Untuk Pejabat Kota
- Mulai dengan rencana jaringan (bukan proyek sepotong-sepotong)
- Bangun infrastruktur terlindungi (bukan jalur yang dicat)
- Alokasikan anggaran serius (20%+ dari pendanaan transportasi)
- Tenangkan kecepatan lalu lintas (default 30 km/jam)
- Ukur dan laporkan kemajuan (tetapkan target, lacak hasil)
Untuk Advokat
- Organisir komunitas (kekuatan dalam jumlah)
- Dokumentasikan masalah (foto, laporan nyaris celaka)
- Usulkan solusi (bersikap konstruktif, bukan hanya kritis)
- Rayakan kemenangan (akui kemajuan)
- Bangun koalisi (sekutu kesehatan, lingkungan, bisnis)
Untuk Warga
- Bersepeda lebih banyak (jadilah perubahan, bangun massa kritis)
- Terlibat secara politik (hadiri rapat, hubungi perwakilan)
- Dukung organisasi bersepeda lokal (bergabung, menjadi sukarelawan, berdonasi)
- Laporkan masalah (jalur sepeda yang diblokir, infrastruktur berbahaya)
- Dorong orang lain (undang teman, normalisasi bersepeda)
Kesimpulan
Kota bersepeda yang hebat tidak dibangun dalam semalam, tetapi formulanya jelas:
✅ Infrastruktur yang aman dan terhubung yang melindungi pesepeda ✅ Lalu lintas berkecepatan rendah dan tenang yang memprioritaskan orang daripada mobil ✅ Parkir sepeda yang melimpah di setiap tujuan ✅ Komitmen politik yang kuat dengan pendanaan berkelanjutan ✅ Budaya bersepeda yang dinamis yang membuat berkendara normal dan menyenangkan
Kota-kota yang unggul di kelima kriteria menciptakan lingkungan di mana bersepeda menjadi pilihan yang jelas dan mudah untuk transportasi sehari-hari—menguntungkan semua orang melalui udara yang lebih bersih, warga yang lebih sehat, kemacetan yang lebih sedikit, dan jalan yang lebih layak huni.
Pertanyaannya bukan apakah kota Anda bisa menjadi kota bersepeda yang hebat—tetapi apakah ia memiliki visi dan komitmen untuk mewujudkannya.
Bergabunglah dengan Gerakan Bersepeda
Terhubung dengan pesepeda lokal dan advokasi untuk infrastruktur yang lebih baik.
Unduh Party OnbiciMulai Berkendara Hari Ini
Rasakan kota Anda dari perspektif baru dengan dua roda.
Temukan Perjalanan Kelompok🏙️ Transformasi Kota Anda
Setiap kota bersepeda hebat dimulai dengan warga yang menuntut yang lebih baik. Baik Anda seorang komuter, advokat, atau perencana kota, Anda memiliki kekuatan untuk membuat bersepeda lebih aman dan lebih mudah diakses di komunitas Anda. Mulai dengan berkendara, terus berjalan dengan mengorganisir, dan jangan pernah berhenti mendorong infrastruktur dan kebijakan yang membuat bersepeda pilihan yang mudah.
Kota dibangun untuk orang, bukan mobil. Mari kita rebut kembali jalan kita, satu jalur sepeda pada satu waktu.
Sumber: